Selasa, 14 Februari 2012

Silbervogel, Pesawat Futuristik Yang Mampu Membombardir Amerika Serikat


Dr. Eugen Sänger, sang pencipta Silbervogel








Gambaran seniman tentang Silbervogel di stratosfer bumi


Prototipe Silbervogel untuk pengujian di ruang udara

Pada bulan Juni 1935 dan Februari 1936, Dr. Eugen Sänger menerbitkan artikel tentang pesawat bermesin roket yang di publikasikan oleh Flug, majalah penerbangan dari Austria. Hal ini menyebabkan ia diminta oleh Komando Tinggi Jerman untuk  membangun sebuah lembaga kedirgantaraan yang melakukan penelitian rahasia di Trauen untuk meneliti dan  membangun sebuah pesawat dengan konsep yang sama yang dinamakan dengan "Silbervogel" (Burung Perak).

Pesawat tersebut berawak dan memiliki sayap yang mampu mencapai orbit bumi. Dr. Sänger telah bekerja dengan konsep ini selama beberapa tahun, dan bahkan ia telah mulai mengembangkan bahan bakar cair untuk mesin roket. Dari 1930 hingga 1935, ia telah menyempurnakan (melalui pengujian statis yang tak terhitung) mesin roket yang berbahan bakar cair yang bisa dicairkan bahan bakar sendiri, yang berada di sekitar ruang pembakaran. Mesin ini menghasilkan kecepatan 3048 meter/detik (10.000 kaki/detik), dibandingkan dengan V-2 roket dengan kecepatan "hanya" 6.560 kaki/detik. Dr. Sänger, bersama dengan para staffnya, terus bekerja di Trauen untuk mengembangkan Silbervogel di bawah program yang dirahasiakan.

Pesawat yang dijuluki dengan sebutan Amerika Bomber (atau Orbital Bomber, antipodal Bomber atau Atmosfer Skipper) dirancang untuk memiliki kecepatan supersonik, penerbangan sampai stratosfer. Pesawat berbadan rata, yang membantu menciptakan daya angkat dan bersayap pendek dan berbentuk baji. Ada permukaan ekor horizontal yang terletak di ujung belakang pesawat, yang memiliki sirip kecil di setiap ujungnya. Bahan bakar disimpan dalam dua tangki besar, sementara tabung oksigen ter terletak satu di sisi pesawat. Ada mesin roket yang beratnya 100 ton yang dipasang di bagian belakang pesawat, dan diapit oleh dua mesin roket tambahan. Pilot duduk di kokpit pesawat yang bertekanan di depan, dan tiga buah roda dibawah yang cocok untuk mendarat. Sebuah tempat bom pusat diisi dengan satu bom dengan berat 3629 kg, dan tidak ada persenjataan defensif yang dipasang. Berat kosongnya adalah sekitar 9979 kg.

Yang menarik dari Silbervogel adalah bagaimana caranya untuk terbang. Untuk terbang, Silbervogel harus didorong dengan sebuah track mono trail dengan panjang 3 km dengan sebuah kereta luncur bertenaga roket yang dapat mendorong benda dengan berat 600 ton dalam waktu 11 detik. Setelah lepas landas pada sudut 30 derajat den mencapai kecepatan 1,5 km, kecepatan 1.850 km/jam akan tercapai. Pada titik ini, mesin roket utama akan dinyalakan selama 8 menit dan membakar 90 ton bahan bakar untuk menggerakkan Silbervogel untuk mencapai kecepatan maksimum 22.100 km/jam dan ketinggian lebih dari 145 km, meskipun beberapa sumber mengatakan ketinggian maksimum yang dicapai adalah 280 km. Pesawat mempercepat gerakan dan turun ke bawah karena tarikan gravitasi, kemudian akan memukul udara padat di sekitar 40 km. Ini juga memiliki manfaat tambahan untuk pesawat agar melakukan pendinginan setelah mengalami pemanasan karena gesekan intens yang ditemui ketika udara padat tercapai. Pesawat akan melakukan gerakan melompat secara bertahap dan pesawat akan mendarat dengan tiga roda konvensional, setelah berpergian sejauh 23.500 km.

Fasilitas uji akhir untuk uji mesin roket dengan skala penuh dibangun ketika Jerman menyerbu Uni Soviet pada bulan Juni 1941. Sayangnya program futuristik tersebut dibatalkan. Dr. Sänger terus bekerja pada desain ramjet untuk DFS (Balai Penelitian Luncur Jerman), dan membantu untuk merancang Skoda-Kauba Sk. Meskipun Luftwaffe melakukan yang terbaik untuk menghentikan Dr. Sänger dari penerbitan hasil penelitiannya, beberapa salinan hilang dan belum ditemukan sehingga membuat negara berupaya keras untuk mencuri salinan yang hilang tersebut. Setelah perang usai, ia diminta bekerja (bersama dengan matematikawan Irene Bredt) untuk Kmentrian Udara Prancis. Ia bahkan hampir diculik oleh Stalin, yang begitu mengagumi hasil karyanya dan mengakui dengan terus terang bahwa ia memberi nilai 10 untuk Silbervogel yang diciptakan oleh Dr. Eugen Sänger.


Sumber: http://alifrafikkhan.blogspot.com

0 komentar: