Jumat, 16 November 2012

Sejarah Feldgendarmerie (Polisi Militer) Di Era Nazi Jerman

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fc/Bundesarchiv_Bild_101I-007-2477-06%2C_Russland%2C_Milit%C3%A4rpolizei_in_Partisanengebiet.jpg
Feldgendarmerie sedang beroperasi di wilayah pendudukan di Rusia, Juli 1941. Di belakang mereka ada papan peringatan bahaya partisan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f3/German_soldiers_guarding_a_food_dump.jpg
Feldgendarmerie tengah menjaga sebuah truk berisi makanan di Belanda

Feldgendarmerie Fallschirmjäger di Normandia, 1944


Feldgendarmerie (Polisi Militer) adalah unit berseragam polisi militer dari Tentara Kekaisaran Jerman dari tahun 1810 hingga akhir Perang Dunia II. Unit militer ini dibentuk di Saxony.

Ketika Adolf Hitler naik menjadi pemimpin Jerman di tahun 1933, Feldgendarmerie kemudian dimasukkan ke dalam Wehrmacht. Unit-unit yang baru menerima pelatihan infanteri penuh dan diberi kekuasaan polisi yang luas. Sebuah sekolah militer didirikan di Postdam, untuk melatih personel Feldgendarmerie. Mata pelajaran yang diajarkan meliputi KUHP, kekuasaan polisi umum dan khusus, paspor dan hukum identifikasi, latihan senjata, teknik pertahanan diri, metode pidana kepolisian, dan administrasi umum.

Semua kandidat calon disajikan pada perintah Feldgendarmerie setelah jangka pertama pengujian. Kursus berlangsung satu tahun dan tingkat kegagalan yang tinggi: pada tahun 1935 hanya 89 tentara lulus dari 219 kandidat. Feldgendarmerie dipekerjakan dalam divisi tentara dan sebagai unit mandiri yang berada dibawah komando korps tentara. Mereka sering bekerja dalam kerjasama yang erat dengan Geheime Feldpolizei (Polisi Lapangan Rahasia), komandan distrik, SS dan pimpinan polisi.

Unit Feldgendarmerie umumnya diberi tugas pendudukan langsung di wilayah langsung di bawah kendali Wehrmacht. Tugas kepolisian di belakang garis depan mulai dari kontrol lalu lintas langsung, kontrol populasi terhadap penekanan dan eksekusi terhadap partisan, dan penangkapan pejalan kaki musuh.

Ketika unit-unit tempur bergerak maju ke suatu daerah, maka peran Feldgendarmerie sebagai pengontrol secara resmi berakhir kemudian dipindahkan ke otoritas pendudukan dibawah kendali Partai Nazi dan SS.

Di tahun 1943, gelombang perang berubah bagi Nazi Jerman. Kali ini Feldgendarmerie bertugas sebagai pendisiplin dalam Wehrmacht. Banyak tentara biasa yang melakukan desersi dieksekusi oleh Feldgendarmerie. Feldgendarmerie juga digabungkan dalam Strafbattalion (Batalyon Pidana), yang merupakan unit hukuman Wehrmacht yang diciptakan untuk prajurit yang dihukum oleh pengadilan militer dan dijatuhkan hukuman eksekusi yang ditangguhkan. Di hari-hari terakhir Nazi Jerman, banyak rekrutan atau prajurit yang melakukan pelanggaran kecil dikirim ke Strafbattalionen.

SS juga memiliki Feldgendarmerie, yang dikenal dengan SS-Feldgendarmerie. Seragam yang dikenakan sama dengan Feldgendarmerie Heer namun memiliki gelar penambahan manset yang menunjukkan mereka adalah polisi militer. Tugasnya pun sama. Khusus untuk SS-Feldgendarmerie, dilambangkan dengan berlian Polizei-Adler yang dikenakan pada lengan bawah.

Di saat Jerman menyerah pada Mei 1945, Feldgendarmerie tetap diizinkan memegang senjata dikarenakan untuk menjaga para tawanan Sekutu. Sebagai contoh Korps VIII Inggris berbasis di Schleswig-Holstein menggunakan sebuah resimen relawan Feldgendarmerie untuk menjaga kedisiplinan di pusat demobilisasi di Meldorf. Feldgendarmerie menjadi unit terakhir Jerman yang menyerahkan senjata mereka pada bulan Juni 1946.

0 komentar: