Minggu, 15 Januari 2012

Stielhandgranate, Granat Batang Khas Jerman

 
Stielhandgranate

Stielhandgranate Model 24 adalah granat tangan standar Angkatan Darat Jerman yang digunakan dari akhir Perang Dunia I hingga akhir Perang Dunia II. Saat ini, Stielhandgrenate merupakan salah satu senjata infanteri abad ke-20 yang mudah dikenali lewat bentuknya yang khas dan tiada duanya. Granat ini pertama kali diperkenalkan tahun 1915, dan desainnya terus berkembang sepanjang sisa Perang Dunia I.

Untuk menggunakan granat ini, cukup dengan melepaskan tutup alas sehingga bola berkawat yang terdapat dalam alas bertutup tersebut terlepas. Sentakan dari pelepasan ini juga menarik kawat yang terhubung dengan batang besi ke hulu ledak dan memantik pemicu yang terdapat di hulu ledak. Ini menimbulkan nyala api yang membuat Stielhandgranate meledak dalam waktu 5 detik.

Hanya saja kawat tarik yang teruntai di bagian batang besi granat ini bisa membuat prajurit yang menggunakannya celaka, karena terkadang tidak sengaja terkait sesuatu ketika hendak dilemparkan ke arah musuh. Tentu saja hal ini bisa menyebabkan ledakan yang berakibat kematian atau luka parah pada prajurit tersebut.

Biasanya granat ini disimpan dalam boks khusus ketika dalam proses pengiriman, dan bila telah sampai di tujuan maka granat ini dirakit untuk membuatnya sedikit berfungsi (dengan cara menambah pemantiknya) sebelum digunakan dalam pertempuran. Untuk mencegah si prajurit akan hal ini, ditambahkan tulisan pengingat pada hulu granat :  VOR  GEBRAUCH  SPRENGKAPSEL  EINSETZEN  (Masukan detonator sebelum digunakan).

Batang yang terdapat pada granat ini berguna untuk menambah jarak jangkau lemparan. Model 24 dapat mencapai jarak lemparan sebanyak 30-40 yard, sementara saingannya dari Inggris, Mills Bomb, hanya mampu mencapai 15 yard.

Ternyata banyak negara-negara yang tertarik dengan granat ini, contohnya RRC (Republik Rakyat Cina) yang membuat tiruan granat ini yang dinamakan "Type 67". Granat Type 67 ini digunakan untuk keperluan NLF dan People's Army of Vietnam.

1 komentar: